|
|
Tentang
Penulis
Pendidikan
yang membuat sese-orang ingin maju dan berkarir di dunia ini itulah yang
menjadi seorang tamatan dari STMIK IGM Palembang.
M.
Dian Nasehat atau datux merupakan orang yang baru lahir dan mengetahui di
dunia pendidikan khususnya e-learning. Berkarir, Berpahala, Berjaya,
inilah yang menjadi motivasinya
|
|
|
MATA
KULIAH
1. SISTEM OPERASI
2. PEMOGRAMAN JAVA
|
|
|
|
BUAT SITUS GRATIS
KLIK DISINI

|
|
|
|
Belajar Bahasa Pemograman
1. Pemograman Visual Basic
2. Pemograman Java
|
|
|
|
RINI CATERING
Contact us
0711-414965

|
|
|
|
|
Ingin Belajar atau Kursus
Bahasa Pemograman
Silakan Hubungi Kami
M. Dian Nasehat
081364451001
atau
email : mdian_nm@yahoo.co.id
|
|
|
|

|
|
|
|
Anda Pengunjung Ke:
 
|
|
|
|
|
|
|
MATA KULIAH
PEMOGRAMAN JAVA
1.
Pengenalan bahasa pemograman java
2.
Cara dan contoh penggunaan variabel integer, double, float, long
3.
Cara dan contoh penggunaan variabel char dan String, serta
perbedaan println dan \n
4.
if, if else, dan switch
5. Pengulangan
(For, While) dan Array
6.
Try and Catch
7.
Implementasi terhadap pembahasan nomor 2 sampai 6
8.
|
|
PERTEMUAN I
PENGENALAN BAHASA PEMOGRAMAN JAVA
Sekilas Java
Java adalah sebuah bahasa
pemrograman komputer berbasiskan kepada Object Oriented Programming.
Java diciptakan setelah C++ dan didesain sedemikian sehingga ukurannya
kecil, sederhana, dan portable (dapat dipindah-pindahkan di
antara bermacam platform dan sistem operasi). Program yang dihasilkan
dengan bahasa Java dapat berupa applet (aplikasi kecil yang
jalan di atas web browser) maupun berupa aplikasi mandiri yang
dijalankan dengan program Java Interpreter. Contoh program yang
ditulis dengan bahasa Java adalah HotJava yang berupa sebuah web
browser.
1.
Platform independence
Salah satu keunggulan Java
adalah sifatnya yang 'platform independence', artinya Java -
baik source program maupun hasil kompilasinya - sama sekali
tidak bergantung kepada sistem operasi dan platform yang digunakan.
Source code sebuah aplikasi dengan bahasa Java yang ditulis di
atas sistem Windows NT misalnya, dengan gampang dapat dipindahkan ke
sistem operasi UNIX tanpa harus mengedit satu baris kode-pun. Ini
tentunya merupakan satu nilai tambah tersendiri. Bandingkan dengan
bahasa C/C++ misalnya, jika kita bekerja pada UNIX FreeBSD dan ingin
memindahkannya pada HP UNIX, kita terkadang harus juga mengedit
source code-nya sehingga sesuai dengan HP UNIX, walaupun keduanya
masih berada dalam keluarga UNIX.
Dan yang lebih hebat lagi,
bukan hanya source code-nya saja yang bisa dipindah-pindahkan
antar sistem komputer, bahkan hasil kompilasinya pun bisa dijalankan
di berbagai sistem komputer. Hal ini dimungkinkan dengan adanya
bytecode. Setiap program yang ditulis dengan bahasa Java, hasil
kompilasinya berupa bytecode, yaitu sekumpulan instruksi yang
kelihatannya seperti kode mesin (machine code) tapi tidak
spesifik untuk satu jenis prosesor tertentu.
Umumnya jika kita menulis
program -misalnya dalam bahasa C++- pada satu sistem komputer
-misalnya PC-, kompiler akan menterjemahkan source code kedalam
bahasa mesin yang spesifik untuk prosesor yang ada di PC. Jika hendak
dijalankan di sistem lain, Macintosh
misalnya, maka source code harus dikompilasi lagi pada mesin
Macintosh yang bersangkutan, dan terkadang harus melakukan pengeditan
source code terlebih dahulu. Menjalankan hasil kompilasi dari
platform Windows pada platform UNIX tidak akan pernah berhasil.
Berikut ini ilustrasinya:
Hal yang berbeda terjadi pada
lingkungan Java. Lingkungan Java terdiri dari dua bagian yaitu Java
compiler dan Java interpreter. Java compiler menterjemahkan
source code kedalam bytecode. Hasil kompilasi, yaitu program
Java (berekstensi class), akan bisa dijalankan dengan bantuan Java
interpreter. Java interpreter dapat dijalankan langsung (dari
command prompt) maupun dari program applet viewer atau
web browser (untuk applet). Kenapa harus bersusah payah
menambahkan satu layer bytecode interpreter? Jawabnya adalah untuk
memungkinkan program Java bisa dijalankan pada bermacam-macam sistem
komputer asalkan pada sistem komputer itu terdapat Java interpreter.
Kelemahan dari penggunaan
bytecode adalah kecepatan operasi yang lebih lambat daripada
program-program biasa. Hal ini karena program-program yang ditulis
pada bahasa pemrograman yang hardware-specific dapat langsung
berjalan di atas hardware dimana ia dikompilasi..
Program bytecode harus diterjemahkan terlebih dahulu oleh interpreter
baru dijalankan di atas hardware.
Karena keunggulan-keunggulan
di atas, program Java sangat baik digunakan untuk aplikasi internet
maupun intranet, mengingat komunitasi internet dan intranet biasanya
menggunakan sistem operasi dan platform yang sangat berbeda-beda dalam
mendapatkan dan memberikan informasi.
2.
Memulai Java
Untuk bisa memulai menggunakan
Java, minimal kita harus terlebih dahulu menginstall Java Development
Kit yang dapat di-download dengan gratis dari
http://java.sun.com. Dapat juga digunakan program developent tools
Java lainnya yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap seperti
Symantec Café, Borland J Builder, Microsoft Visual J++, dan lainnya.
Seperti telah diterangkan di
atas, hasil kompilasi Java dapat berupa aplikasi maupun applet.
Aplikasi merupakan hasil kompilasi program Java yang dapat langsung
dijalankan dari command prompt dengan bantuan program java
interpreter, sedangkan applet harus dijalankan di atas browser atau
appletviewer. Perbedaan applet dan aplikasi Java terletak pada
penurunannya dari class Applet. Perhatikan contoh di bawah ini:
|
Aplikasi Java
class JavaPertama {
public static
void main (String args[]) {
System.out.println("Halo, ini
¿
Aplikasi java saya yang pertama!");
}
} |
Aplikasi Java
import
java.awt.Graphics;
public class
JavaAppletPertama extends
¿
java.applet.Applet {
public
void paint(Graphics g) {
g.drawString ("Ini applet java
¿
ku yang
pertama!",5, 25);
}
} |
Pada aplikasi Java, kita membuat sebuah class
baru yang bukan merupakan turunan dari class apapun. Apa yang akan
dikerjakan oleh aplikasi tersebut terletak di dalam prosedur main.
Dalam contoh di atas, aplikasi akan mencetak tulisan “Halo, ini
Aplikasi java saya yang pertama!” pada layar monitor (diwakili oleh
objek System.out). Setelah dikompilasi kita akan mendapatkan bytecode
yang berada dalam bentuk file dengan
ekstensi class. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa:
1.
nama file source code harus sama dengan nama class yang
didefinisikan di atas (dalam hal ini JavaPertama.java)
2.
penamaan dan penulisan syntaks dalam Java adalah case sensitive
3.
nama file bytecode hasil kompilasi sama dengan nama class yang
didefinisikan (dalam hal ini JavaPertama.class)
Sedangkan pada applet terdapat baris
class JavaAppletPertama extends java.applet.Applet yang
menentukan bahwa class yang baru kita buat (JavaAppletPertama)
merupakan turunan dari class Applet yang berada pada paket
java.applet. Salah satu yang menarik dari Java adalah telah
tersedianya sedemikian banyak class yang siap pakai dan tinggal
diturunkan (baca: digunakan) untuk membuat applet maupun aplikasi
baru. Kumpulan class-class ini disimpan dalam suatu paket yang diakses
dengan memanggil nama paket yang bersangutan. Paket-paket ini telah
meliputi paket bahasa Java dasar (java.lang), paket abstraksi window
dan objek-objeknya (java.awt), sampai dengan paket networking TCP/IP
(java.net).
Setelah diturunkan dari class Applet, class yang
baru akan secara otomatis memiliki sifat (attribute) dan kelakuan
(behaviour) yang sama dengan class Applet. Namun class Applet ini baru
hanya merupakan template untuk pembuatan applet-applet baru. Kita
harus melakukan modifikasi (istilahnya overriding) terhadap
prosedur dan fungsi yang tersedia dari class Applet. Salah satu
prosedur yang akan kita override pada
contoh ini adalah prosedur paint() yang menentukan bagaimana dan apa
yang akan ditampilkan pada applet saat pertama kali muncul.
Pada applet di atas kita juga menggunakan class
Graphics yang gunanya untuk manipulasi tampilan Graphics pada applet
kita. Untuk itu kita harus secara eksplisit memanggil class tersebut
dengan nama tempat paketnya, yaitu: import java.awt.Graphics.
Lalu pada prosedur paint(),
kita lakukan penggambaran sesuatu pada applet dengan menggunakan
function drawString() yang terletak pada objek g yang bertype
Graphics. Function ini mengambil parameter string apa yang akan
digambarkan, posisi x, dan posisi y (dalam pixel) pada applet.
Setelah dikompilasi, kita akan
memperoleh sebuah file class yang bernama JavaAppletPertama.class.
Untuk melihat hasil applet tersebut, kita harus membuat sebuah halaman
HTML yang memanggil applet tersebut. Gunakan tag HTML <applet>
</applet> sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Percobaan membuat
applet </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Java applet ku mengatakan:
<APPLET
CODE="JavaAppletPertama.class" WIDTH=150 HEIGHT=25></APPLET>
</BODY>
</HTML>
Sekarang jalankan web browser
dan buka file HTML ini (misalnya applet.html) dan lihat hasilnya. Cara
lain untuk melihat applet ini adalah dengan
menggunakan program appletviewer yang merupakan program bawaan Java
Development Kit.
3.
Informasi lebih lanjut
Salah satu keuggulan Java
adalah kemampuannya dijalankan pada web browser ini. Dalam hal ini web
browser berfungsi sebagai Java Interpreter yang berfungsi
menterjemahkan bytecode dan menampilkan hasilnya pada browser. Ini
berarti kita akan mendapatkan tampilan halaman web yang animatif,
dinamis, maupun interaktif, tergantung dari program Java yang dibuat.
Tanpa Java, kita hanya akan mendapat tampilan dokumen HTML yang
statis, tidak menarik dan tidak interaktif. Banyak contoh applet yang
tersedia di internet yang telah siap digunakan untuk memperindah dan
membuat halaman web anda lebih interaktif. Sebagian ada yang gratis
dan ada pula yang harus anda beli. Silahkan kunjungi search engine
dengan keyword java, class, atau java class. Site lain yang layak anda
kunjungi adalah
http://www.developer.com dan
http://java.sun.com
Untuk mempelajari Java lebih detail, sekarang
terdapat banyak literatur baik yang ada di internet maupun di
buku. Salah satunya adalah “Java dan JavaScript” oleh Onno W. Purbo
& Akhmad Daniel S, PT Elex Media Komputindo 1998 |
|
|
|
PERTEMUAN II
CARA DAN CONTOH PENGGUNAAN VARIABEL
INTEGER, DOUBLE, FLOAT, LONG
Sebelum kita memulai pengenalan pertama, perangkat lunak yang kita
gunakan dalam pembuatan bahasa Pemograman Java ini adalah NetBeans
5.5. Anda bisa mendownload perangkat lunak ini di
http://java.sun.com.
Pada java, variable yang berhubungan dengan angka
adalah : integer, double, float, long, dan single. Perlu
diperhatikan bahwa kita dalam cara penulisan membuat program di java
harus menggunakan penuisan CASE SENSITIVE.
Baiklah sekarang kita
akan mencoba program pertama kita, yang kita beri nama contoh1.java:
- Buka Aplikasi
NetBeans 5.5
- Klik File
dan pilih NEW PROJECT
- Pilih General
dan pilih cara Java Application, klik
Next
- Tulis Project
Name dengan nama javaku dan klik Finish
- Klik kanan pada
packages javaku (
),
pilih Java Class, beri nama contoh1.java
- Kemudian Buatlah
Program Berikut ini :
package javaku;
/**
*
* @author www.mdian.tk
*/
public class contoh1 {
/** Creates a new instance of contoh1 */
public static void
main(String[] args) {
System.out.println("Halo Ini Program Pertamaku");
}
}
- Jalankan dengan
cara klik kanan dan pilih RUN atau tekan SHIFT F6
Perintah public static void main(String[]
args) merupakan perintah untuk mempublikasikan agar user
mengetahui ouput dari yang kita buat.
Jika sudah maka kita akan lanjut dengan membuat contoh program yang
ke-2.
- Pada Project
yang kita buat dengan nama javaku
- Klik kanan pada
packages javaku (
),
pilih Java Class, beri nama contoh2.java
- Kemudian Buatlah
Program Berikut ini
package javaku;
/**
*
* @author www.mdian.tk
*/
public class contoh2 {
/** Creates a new instance of contoh2 */
public static void
main(String[] args) {
int a=123;
double b;
b=34.5;
long c=34;
float d=223.03f;
System.out.println("Nilai a = "+a);
System.out.println("Nilai b = "+b);
System.out.println("Nilai c = "+c);
System.out.println("Nilai d = "+d);
double e=a*b; //Penambahan variable baru
System.out.println("Nilai e = "+e);
}
}
- Jalankan dengan
cara klik kanan dan pilih RUN atau tekan SHIFT F6
Perlu diperhatikan, bahwa :
1.
Untuk float dan double adalah variable yang
menghasilkan koma, tetapi float harus ditulis f dibelakang
angkanya.
2.
Dalam pembuatan program di java boleh menambahkan variable
tanpa harus menulis disebelum codenya.
3.
integer dan long tidak bisa dijadikan varibel
transaksi baru karena kedua variabel ini bukan variable koma, contoh
double c;
long d;
int a = c+d; // Program akan error karena variable a itu integer
|
|
PERTEMUAN III
CARA DAN CONTOH PENGGUNAAN VARIABEL CHAR DAN STRING, SERTA PERBEDAAN
println DAN \n
Variabel CHAR
Variabel char adalah variabel karakter tunggal. Kumpulan karakter
standar (yang biasa disebut dengan karakter ASCII) berada pada rentang
0 sampai 127, dan perluasan sekumpulan karakter 8-bit (ISO-Latin 1)
rentang nilainya 0 sampai 255. Karena bahasa java dirancang untuk
dapat diterapkan diberbagai platform,maka java menggunakan karakter
Unicode yang membutuhkan ukuran 16-bit.
Berikut adalah contoh program yang menggunakan variabel char
public class NewClass {
/** Creates a new
instance of NewClass */
public static void
main(String[] args) {
char a='b';
System.out.println("Variabel Char a = "+a);
System.out.println(Character.toLowerCase(a));
}
Tabel
berikut ini akan menunjukkan daftar escape sequence dalam bahasa java
yang dapat membantu anda gunakan didalam program.
|
Escape Sequence |
Keterangan |
| \ddd |
Karakter oktal (ddd) |
| \uxxxx |
Karakter Unicode heksadesimal (xxxx) |
| \' |
Petik Tunggal |
| \" |
Petik Ganda |
| \\ |
BackSlash |
| \r |
Carriage return |
| \n |
Baris baru |
| \f |
Form feed |
| \b |
BackSpace |
| \t |
Tab |
Variabel String
Dalam
Java, string direpresentasikan dengan kelas String. Dengan
demikian, variabel string berbeda dengan variabel yang dideklarasikan
menggunakan tipe-tipe data sederhana lainnya.
Contoh
program sederhana dalam penggunaan string
public class NewClass {
/** Creates a
new instance of NewClass */
public static void
main(String[] args) {
String nama="M.
Dian Nasehat M";
System.out.println("Nama Anda Adalah : "+nama);
}
}
Operasi-operasi pada String
public class NewClass
{
/** Creates a new
instance of NewClass */
public static void
main(String[] args) {
String nama="M.
Dian Nasehat M";
System.out.println("Nama Anda Adalah : "+nama);
System.out.println("Besarkan Semua Huruf : "+nama.toUpperCase());
System.out.println("Kecilkan Semua Huruf : "+nama.toLowerCase());
System.out.println("Ambil Sebagian Huruf (Nasehat) :
"+nama.substring(8,15));
System.out.println("Ambil Sebagian Huruf (Nasehat) dan Kecilkan Semua
Huruf: "
+nama.substring(8,15).toLowerCase());
int umur=25;
System.out.println("Umur : "+String.valueOf(umur)); //ubah integer ke
string
System.out.println("Gabungkan Huruf dan Angka : "+nama + ",
"+String.valueOf(umur));
}
}
println adalah sebuah perintah baris
baru yang bisa digunakan semua variabel baru. Sedangkan
\n digunakan untuk perintah baris
baru digunakan jika sebuah variabel non string yang dipindah bariskan.
Berikut adalah contoh penggunaan println dan \n
public class NewClass
{
/** Creates a new
instance of NewClass */
public static void
main(String[] args) {
String nama="M.
Dian Nasehat M";
int umur=25;
System.out.println("Nama : "+nama);
System.out.println("Umur : "+umur);
System.out.print("\n");
System.out.print(255+"\n");
System.out.print(333);
}
}
|
|
PERTEMUAN IV
IF, IF ELSE, DAN SWITCH
Terdapat beberapa jenis percabangan di
Java, yaitu
 |
Pernyataan if yang terdiri dari : |
=> if-
=> if - else
 |
Pernyataan switch |
Percabangan if ataupun if-else di Java
menyatakan pernyataan akan dieksekusi bila memnuhi syarat/ kondisi
if (syarat) {
statement 1
}else{ //kondisi yang tak
memenuhi syarat
statement 2
}
Berikut contoh penggunaan IF
public class NewClass
{
/** Creates a new
instance of NewClass */
public static void
main(String[] args) {
int nilai1=21;
System.out.println("Nilai 1: "+nilai1);
if (nilai1>2) {
System.out.println("Nilai 1 > 2");
}
}
Berikut contoh penggunaan IF ELSE
public class NewClass
{
/** Creates a new
instance of NewClass */
public static void
main(String[] args) {
int nilai1=21;
int nilai2=4;
System.out.println("Nilai 1: "+nilai1);
System.out.println("Nilai 2: "+nilai2);
if (nilai1>nilai2) {
System.out.println("Nilai 1 > Nilai 2");
}else{
if (nilai1=nilai2) {
System.out.println("Nilai
1 = Nilai 2");
}else{
System.out.println("Nilai
1 < Nilai 2");
}
}
}
Perlu diperhatikan dalam penggunaan String, untuk
pembandingan persamaan tidaklah baik untuk menggunakan =
melainkan tetapi equals.
public class
NewClass {
/**
Creates a new instance of NewClass */
public
static void main(String[] args) {
String nama1=new String ("M. DIAN");
String nama2=new String ("M. DIAN");
if
(nama1==nama2) {
System.out.println("Nama 1 = Nama 2");
}else{
System.out.println("Nama 1 <> Nama 2");//ini yang akan ouput
}
if
(nama1.equals(nama2)) {
System.out.println("Nama 1 = Nama 2");//ini yang akan output
}else{
System.out.println("Nama 1 <> Nama 2");
}
}
Percabangan switch dimaksudkan untuk menangani banyak kemampuan
kemunculan switch. Pada penulisan atau penggunaan switch antara
persyaratan satu dengan yang lainnya diberikan break karena
untuk membendakan statement setiap persyaratan. Berikut sintaksnya:
switch (Expresi){
case constanta1: // Persyaratan 1
Statement1;
break;
case constanta2: //Persyaratan 2
break;
default: // Tak Memenuhi Syarat
DefaultStatement;
}
Berikut contoh programmnya:
public class
NewClass {
/**
Creates a new instance of NewClass */
public
static void main(String[] args) {
int
pil=4;
System.out.println("Pilihan Anda adalah nomor : "+pil);
switch (pil){
case 1:
System.out.println("Pilihan Anda : Benar");
break;
case 2:
System.out.println("Pilihan Anda : Sangat Benar");
break;
case 3:
System.out.println("Pilihan Anda : Tentu Benar");
break;
default:
System.out.println("Pilihan Anda : Tidak Ada yang
Benar");
}
}
|
|
PERTEMUAN V
Pengulangan (For, While) dan Array
Pengulangan for menyediakan
sarana mengulang kode sejumlah tertentu sampai tercapai terbatas.
for (awal_inisialisasi;
banyak_pengulangan ; langkah_ekspresi){
kode_yang_diulang;
}
Berikut contoh programmnya
public class
NewClass {
/**
Creates a new instance of NewClass */
public
static void main(String[] args) {
for
(int awal
= 1; awal
<= 30; awal++)
{
System.out.print(awal+"
");
}
}
Pada penggunaan for ada
yang harus diperhatikan yaitu penggunaan titik koma (;).
Penggunaan titik koma mengakibatkan pengeluaran output yang diluar
batas ketentuan pada for itu sendiri.
public class
NewClass {
/**
Creates a new instance of NewClass */
public
static void main(String[] args) {
int
i;
for
(i = 1; i <= 30; i++); {
System.out.print(i+" ");
}
}
Pengulangan while mempunyai
kondisi pengendali pernyataan pengulangan.
Sintaks pengulangan while
adalah "
while
(kondisi_pengulangan){
isi_yang_diulang;
pengkondisian_yang_diulangi
}
Berikut contoh programmnya:
public class
NewClass {
/**
Creates a new instance of NewClass */
public
static void main(String[] args) {
int
a=1;
while(a<10){ //Kondisi pengulangan
System.out.println(a+" "); //isi yang
diulang
a++; // pengkondisian yang diulangi
}
}
ARRAY
Array adalah sekumpulan variabel bertipe sama yang diacu dengan nama
yang sama. Masing-masing elemen array dapat diakses melalui
indeksinya. Dalam Java, indeks array selalu bertipe integer yang
dimulai dari 0. Array
dideklarasikan dengan tanda [] (bracket). Dalam Java, ada beberapa
bentuk Array, yaitu : 1.
Array Satu Dimensi [] 2.
Array Multi Dimensi [][]
ad.1. Array Satu Dimensi
Array satu dimensi dapat dideklarasikan sebagai berikut:
tipe namaArray[]; atau tipe [] namaArray;
Berikut ini contoh array satu dimensi.
/** Creates a new instance of
NewClass2 */
public
static void main(String[] args) {
int
[] bulan={
31,29,31,30,31,30,31,31,31,30,31,30
};
System.out.println("Jumlah Hari Pada Bulan Ke-2 :"+ bulan[1]);
}
}
ad.2 Array Multi Dimensi
Array multi-dimensi sebenarnya merupakan array dari array. Artinya,
terdapat sebuah array yang setiap elemennya juga bertipe array.. Array
multi dimensi dapat dideklarasikan sebagai berikut:
tipe namaArray[][]; atau tipe [][] namaArray;
Berikut ini contoh array satu dimensi.
public class NewClass2 {
/**
Creates a new instance of NewClass2 */
public
static void main(String[] args) {
int
[][] bulan={
{
31,29,31,30
},{
31,30,31,31
},{
30,31,30,31
}
};
System.out.println("Isi Komponen Catur Wulan ");
for
(int i = 0; i < 3; i++) {
for (int j = 0; j < 4; j++) {
System.out.print(bulan[i][j]+" ");
}
System.out.println("");
}
System.out.println("Jumlah Hari Pada Catur Wulan Ke-2 Bulan Ke-1 :"+
bulan[1][0]);
}
}
|
|
PERTEMUAN VI
Try and Catch
Dalam pembuatan sebuah program kadang kali
sebagai seorang programmer menemukan sebuah bug. Kesalahan tersebut
sering disebut dengan eksepsi. Menurut definis umum, eksepsi adalah
suatu kondisi abnormal yang terjadi pada saat runtime.
Pada Java untuk mengatasi bug tersebut kita
bisa menggunakan ekspresi yaitu menggunakan try catch.
Berikut bentuk dari penggunaan try catch.
try {
//kumpulan statemen yang mungkin
menimbulkan eksepsi.
}catch (TipeEksepsi ObjekEksepsi){
//penanganan untuk tipe eksepsi
}
Dan berikut ini contoh penggunaannya:
public class
NewClass {
/** Creates
a new instance of NewClass */
public
static void main(String[] args) {
try {
int
i=1;
int
j=0;
int
k=i/j;
System.out.println("Nilai k = "+k);
} catch
(Exception e) {
System.out.println("Maaf pembagi tidak boleh 0 (zero)");
}
}
}
|
|
PERTEMUAN VII
IMPLEMENTASI TERHADAP
PEMBAHASAN NOMOR 2 SAMPAI 6
Berikut adalah contoh implementasi
dari yang telah dipelajari
public class
NewClass {
/** Creates
a new instance of NewClass */
public
static void main(String[] args) {
String
NPM=new String("0420509");
String
Nama=new String("IDAWATI PRASMITA");
int
jenis_kelamin=2;
String
tmp_belajar = new String(NPM.substring(2,4));
//
substring digunakan untuk mengambil nilai dari suatu string
System.out.println("DATA MAHASISWA STMIK PUTERA BATAM");
System.out.println("=================================");
System.out.println("Nama : "+Nama);
System.out.println("NPM : "+NPM);
switch(jenis_kelamin){
case
1:
System.out.println("Jenis Kelamin : Laki-Laki");
break;
case
2:
System.out.println("Jenis Kelamin : Perempuan");
break;
default :System.out.println("Jenis Kelamin : Tidak Ada Dalam
Pilihan");
}
System.out.println("Tahun Masuk : 20"+NPM.substring(0,2));
if
(tmp_belajar.equals("10")) {
System.out.println("Tempat Belajar : Nagoya");
} else {
if
(tmp_belajar.equals("20")) {
System.out.println("Tempat Belajar : Batu Aji");
}
else {
if (tmp_belajar.equals("40")) {
System.out.println("Tempat Belajar : Tiban");
} else {
System.out.println("Tempat Belajar : Tidak Ada Dalam
Pilihan");
}
}
}
System.out.println("Nomor Urut Masuk: "+NPM.substring(4,7));
}
}
|
|
|
|
|
|
|
|